Sabtu, 26 Desember 2015



Doa, doa itu seperti kebun. Peliharalah maka doa akan berbuah. Berdoa dimana saja Anda berada, Tuhan ada dimana-mana. Jika Anda menginginkan sesuatu, bertanyalah pada diri Anda sendiri “Apakah saya menginginkan hal yang dikehendaki Tuhan?” Tuhan menghendaki kebaikan sejati Anda. Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja. Tanah yang kering kerontang menyambut datangnya hujan. Bila karena sesuatu hal anda tidak bisa berdoa, bersantailah. Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa. Bila anda merasa sedih atau menyesal, menangislah. Air mata adalah doa dari hati. Jika doa membuat Anda jadi pasif dan acuh tak acuh, itu bukanlah doa. Doa sejati akan membuahkan kepedulian dan pelayanan. Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa, ketenangan menarik Anda kepada Sang Maha Besar. Bila hati Anda penuh dengan rasa syukur, biarkanlah demikian. Roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda. Berdoalah dalam tidurmu, tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari cinta Tuhan. Berdoa adalah nafas lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi dengan kehidupan. Doa dasar dari segala sesuatu yang akan kita perbuat. Dia hanya sejauh doa.
                Bulan oktober merupakan bulan Rosario dan memperingati Santa Theresia yang diperingati pada tanggal 1 oktober. Di sini kami mengikuti misa bersama di kampus akademi farmasi dengan para mahasiswa mengikuti rekoleksi. Kami diberi pengarahan dan di ajak untuk sharing pendapat yang di butuhkan ketenangan juga membantu suasana doa agar kita menemukan buah-buah kebaikan dari rekoleksi. Kita membangun sikap terbuka, baik terhadap diri sendiri, kepada teman, dan kepada Tuhan, sehingga akan terbangun relasi dan komunikasi yang akrab selama proses rekoleksi berlangsung. Perlu diciptakan kerjasama antar peserta rekoleksi dan panitia yang telah dipercaya. Dengan demikian harapannya Gladi Rohani bisa saling mendekatkan dan juga mengenal. Kedisiplinan juga sangat mempelancar jalannya rekoleksi. Kita bangun komitmen kedisiplinan ini bersama-sama, dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana.
                Rekoleksi adalah mengumpulkan atau melihat kembali pengalaman hidup, baik itu pengalaman dengan Tuhan, keluarga, maupun dengan sesama di sekitar kita. Pengalaman-pengalaman tersebut akan diolah harapannya, kita semua bisa memaknai pengalaman kita masing-masing dan mengambil buah-buah yang berharga untuk bekal selanjutnya.
                Tema rekoleksi tahun 2015 adalah Move On. Tema ini sebenarnya beranjak dari core values yang kita miliki bersama. Secara khusus, tahun ini kita ingin mendalamai nilai disiplin dan sukacita. Kita diajak untuk semakin menyadari arti disiplin dan sukacita bergerak dari keegoisan dan ketamakan diri menuju sikap yang dengan siap sedia menerima perutusan dengan penuh tanggung jawab. Rekoleksi ini sungguh akan membuahkan hal-hal yang baik jika kita mau dan berusaha untuk menjalaninya dengan sebaik mungkin. Dengan kata lain, bermanfaat atau tidaknya rekoleksi ini sebenarnya tergantung pada diri kita masing-masing.

Kisah Hidup St. Theresia
                Theresia Martin dilahirkan di kota Alencon, Perancis pada tanggal 2 januari 1873. Hanya Sembilan tahun lamanya Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC) yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC. Dokter hanya bisa sedikit menolong. Ketika ajal menjelang, Theresia memandang salib dan berbisik, “O, aku cinta pada-Mu, Tuhanku, aku cinta pada-Mu!” Pada tanggal 30 September 1897, Theresia meninggal dunia ketika usianya masih dua puluh empat tahun. Sebelum wafat, Theresia berjanji untuk tidak menyerah pada rahasianya. Ia berjanji untuk tetap mencintai dan menolong sesama dari surge. Sebelum meninggal Theresia mengatakan, “Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia”. Dan ia menepati janjinya. Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan St. Theresia untuk mendoakan mereka kepada Tuhan, telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.
                Setelah wafat Theresia menjadi terkenal karena buku yang ditulisnya “Kisah Satu Jiwa” yang diterbitkan satu tahun setelah wafatnya. Theresia dikanonisasi pada tahun 1925 oleh Paus Pius X. ia di kenal dengan sebutan Santa Theresia dari kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil. St. Theresia bersama-sama dengan St. Jeanne d’Arc diberi gelar Pelindung Misionaris. Baru-baru ini, tanggal 19 Oktober 1997, Theresia juga menjadi wanita ke-3 yang diberi gelar Doktor Gereja. Kalian dapat mohon bantuannya mengenai apa saja. Ia pernah berjanji akan melimpahi kita dengan bunga-bunga mawar dari surga dan memang, sejak kematiannya banyak mukjizat yang terjadi berkat bantuan doanya. Pesta St. Theresia dirayakan setiap tanggal 1 Oktober.

Selasa, 22 Desember 2015



Mutu Pendidikan Indonesia

1.       Permasalahan
·         Tawuran antar pelajar
·         Penyiksaan rekan sekolah
·         Pembunuhan
·         Bahkan penyimpangan seks
Permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan, sebenarnya adalah cermin yang terjadi dalam masyarakat sesungguhnya. Asal mula terjadinya permasalahan yaitu sebagai berikut :
KOMUNIKASI TERSUMBAT
Masalah utama akar masalah kekerasan yaitu karna tersumbatnya jalur komunikasi dalam memecahkan masalah. Berbagai fenomena kekerasan tersebut menunjukkan peran pemerintah semakin melemah dalam kemauan politik untuk mengatasi masalah mendasar sebab-sebab timbulnya kekerasan. Yang paling dikhawatirkan yaitu kekerasan semakin membudaya dan dijadikan sebagai contoh satu-satunya pemecah masalah yang efektif. Kondisi ini tentunya berbahaya ketika masyarakat menilai hanya dengan cara kekerasan masalah bisa diatasi.
Sekarang masyarakat menilai bahwa hukum tidak bisa lagi dipercaya menjadi jembatan untuk mencari keadilan. Hukum tidak lagi memiliki kekuatan untuk menciptakan keadilan dan kemakmuran masyarakat. Hukum dipercaya hanya berpihak kepada mereka yang memiliki kekuasaan dan yang memiliki harta yang berlimpah. Dalam maksud yaitu hukum dapat dibeli dan dimanipulasi.
KEBENCIAN
Walau sudah sering dinyatakan kita merupakan bangsa yang sangat menghargai perbedaan dan tidak menggunakan jalan kekerasan sebagai jalan pintas. Tetapi itu semua hanyalah omongan belaka. Begitu mudahnya menciptakan perbedaan dengan cara membakar tempat ibadah agama tertentu dan menghakimi keyakinan lain itu sesat. Akar dari permasalahan itu semua adalah kebencian. Kebencian inilah awal mulanya kekerasan.
2.       Solusi
Solusi dari semua permasalahan yaitu dengan cara membangun karakter bangsa. Membangun karakter bangsa adalah cita-cita bersama untuk mewujudkan kemanusiaan dan keadilan sebagai alat pemersatu kebangsaan.

3.       Harapan
Semoga masyarakat Indonesia dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara yang baik dan tidak merugikan pihak lain. Semoga Indonesia menjadi Negara yang maju, bukan hanya negaranya tetapi masyarakatnya juga. Dapat saling menghargai dan peduli sesama.
Hal yang ingin saya lakukan untuk pendidikan di Indonesia, yaitu :
1.       Membangun karakter bangsa
2.       Menerapkan nilai budi pengerti