Doa, doa itu seperti kebun. Peliharalah maka doa akan
berbuah. Berdoa dimana saja Anda berada, Tuhan ada dimana-mana. Jika Anda
menginginkan sesuatu, bertanyalah pada diri Anda sendiri “Apakah saya
menginginkan hal yang dikehendaki Tuhan?” Tuhan menghendaki kebaikan sejati
Anda. Bila doa Anda menjadi kering dan rutin, teruskan saja. Tanah yang kering kerontang
menyambut datangnya hujan. Bila karena sesuatu hal anda tidak bisa berdoa,
bersantailah. Keinginan untuk berdoa itu sudah merupakan doa. Bila anda merasa
sedih atau menyesal, menangislah. Air mata adalah doa dari hati. Jika doa
membuat Anda jadi pasif dan acuh tak acuh, itu bukanlah doa. Doa sejati akan
membuahkan kepedulian dan pelayanan. Gunakanlah saat-saat tenang untuk berdoa,
ketenangan menarik Anda kepada Sang Maha Besar. Bila hati Anda penuh dengan
rasa syukur, biarkanlah demikian. Roh Allah sedang berdoa di dalam diri Anda.
Berdoalah dalam tidurmu, tidur adalah doa dari manusia yang merasa aman dari
cinta Tuhan. Berdoa adalah nafas lakukanlah dalam-dalam dan Anda akan dipenuhi
dengan kehidupan. Doa dasar dari segala sesuatu yang akan kita perbuat. Dia
hanya sejauh doa.
Bulan
oktober merupakan bulan Rosario dan memperingati Santa Theresia yang
diperingati pada tanggal 1 oktober. Di sini kami mengikuti misa bersama di
kampus akademi farmasi dengan para mahasiswa mengikuti rekoleksi. Kami diberi
pengarahan dan di ajak untuk sharing pendapat yang di butuhkan ketenangan juga
membantu suasana doa agar kita menemukan buah-buah kebaikan dari rekoleksi.
Kita membangun sikap terbuka, baik terhadap diri sendiri, kepada teman, dan
kepada Tuhan, sehingga akan terbangun relasi dan komunikasi yang akrab selama
proses rekoleksi berlangsung. Perlu diciptakan kerjasama antar peserta
rekoleksi dan panitia yang telah dipercaya. Dengan demikian harapannya Gladi
Rohani bisa saling mendekatkan dan juga mengenal. Kedisiplinan juga sangat
mempelancar jalannya rekoleksi. Kita bangun komitmen kedisiplinan ini
bersama-sama, dimulai dari hal-hal yang kecil dan sederhana.
Rekoleksi
adalah mengumpulkan atau melihat kembali pengalaman hidup, baik itu pengalaman
dengan Tuhan, keluarga, maupun dengan sesama di sekitar kita. Pengalaman-pengalaman
tersebut akan diolah harapannya, kita semua bisa memaknai pengalaman kita
masing-masing dan mengambil buah-buah yang berharga untuk bekal selanjutnya.
Tema
rekoleksi tahun 2015 adalah Move On. Tema ini sebenarnya beranjak dari core
values yang kita miliki bersama. Secara khusus, tahun ini kita ingin mendalamai
nilai disiplin dan sukacita. Kita diajak untuk semakin menyadari arti disiplin
dan sukacita bergerak dari keegoisan dan ketamakan diri menuju sikap yang
dengan siap sedia menerima perutusan dengan penuh tanggung jawab. Rekoleksi ini
sungguh akan membuahkan hal-hal yang baik jika kita mau dan berusaha untuk
menjalaninya dengan sebaik mungkin. Dengan kata lain, bermanfaat atau tidaknya
rekoleksi ini sebenarnya tergantung pada diri kita masing-masing.
Kisah Hidup St.
Theresia
Theresia Martin dilahirkan
di kota Alencon, Perancis pada tanggal 2 januari 1873. Hanya Sembilan tahun
lamanya Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC)
yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat
menyembuhkan penyakit TBC. Dokter hanya bisa sedikit menolong. Ketika ajal
menjelang, Theresia memandang salib dan berbisik, “O, aku cinta pada-Mu,
Tuhanku, aku cinta pada-Mu!” Pada tanggal 30 September 1897, Theresia meninggal
dunia ketika usianya masih dua puluh empat tahun. Sebelum wafat, Theresia
berjanji untuk tidak menyerah pada rahasianya. Ia berjanji untuk tetap
mencintai dan menolong sesama dari surge. Sebelum meninggal Theresia
mengatakan, “Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia”. Dan ia menepati
janjinya. Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan St. Theresia
untuk mendoakan mereka kepada Tuhan, telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.
Setelah
wafat Theresia menjadi terkenal karena buku yang ditulisnya “Kisah Satu Jiwa”
yang diterbitkan satu tahun setelah wafatnya. Theresia dikanonisasi pada tahun
1925 oleh Paus Pius X. ia di kenal dengan sebutan Santa Theresia dari
kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil. St. Theresia bersama-sama
dengan St. Jeanne d’Arc diberi gelar Pelindung Misionaris. Baru-baru ini,
tanggal 19 Oktober 1997, Theresia juga menjadi wanita ke-3 yang diberi gelar
Doktor Gereja. Kalian dapat mohon bantuannya mengenai apa saja. Ia pernah
berjanji akan melimpahi kita dengan bunga-bunga mawar dari surga dan memang,
sejak kematiannya banyak mukjizat yang terjadi berkat bantuan doanya. Pesta St.
Theresia dirayakan setiap tanggal 1 Oktober.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar